Panic Boom, Kepanikan Sukseskan Kejahatan

Pernah nonton film Scream? Seperti biasa saat menonton film bertema horor atau thriller, anggota keluarga yang menonton dengan emosi akan ikut berteriak, “Jangan ke situ! Jangan ke situ!!” setiap kali tokoh yang akan dibunuh justru malah berlari ke tempat tertutup sehingga pembunuhan berhasil.

Kadang saya mikir juga, “Iya sih, ngapain juga orang mau dibunuh bukannya lari ke tempat terbuka sehingga bisa ditolong orang, tapi malah mencari tempat tertutup untuk bersembunyi?” begitu kira-kira yang menjadi pertanyaan. Tapi ternyata memang tidak semudah itu seseorang membuat pilihan dan keputusan jernih ketika sedang dilanda kepanikan. Menurut Wikipedia, “Kepanikan adalah suatu kondisi kecemasan yang sangat berat yang disertai dorongan untuk lari atau bersembunyi sewaktu menghadapi suatu kondisi yang dirasakan berbahaya atau mengancam. Rasa takut yang muncul tiba-tiba ini dapat menghilangkan kemampuan berpikir dan mempengaruhi kelompok atau individu manusia atau hewan yang awalnya cenderung untuk menyebabkan sikap diam tak bisa berbuat apa-apa.”

Saya sendiri pernah mengalami panik yang amat sangat, ketika pada jam kerja, tiba-tiba Ibu saya menelepon saya di kantor dan memberitakan bahwa Bapak saya sekarat di RSCM karena ditabrak truk!!! Ibu saya mengatakan bahwa Bapak harus segera dioperasi dan butuh dana minimal 10 juta rupiah untuk deposit rumah sakit, saat itu Ibu yang hanya memiliki tabungan 4 juta, meminta saya segera mencari dana sisanya. Segera saya pamit dari kantor. Sepanjang perjalanan pulang saya menangis, stres dan bertanya, “Kenapa harus Bapak?!? Kenapa bukan saya?!?!” dengan motor yang ngebut dan ugal-ugalan, tak peduli lampu merah semua saya terobos demi segera sampai di rumah.

Sesampainya di rumah, sudah banyak tetangga yang berkumpul. Berderai air mata, saya segera memeluk Ibu saya yang juga tergugu. Sambil tergugu Ibu saya berbisik, “Bapak tidak apa-apa, masih di kantor.” Ternyata ada tetangga yang berinisiatif untuk menelepon ke kantor Bapak, setelah hapenya tidak bisa dihubungi. Dan Bapak ada, sehat walafiat, tidak pernah ditabrak apapun. Semua ini adalah penipuan. Saat itu saya bersyukur bahwa Ibu (juga saya) tidak punya uang sejumlah yang diminta, bila ada saya yakin Ibu sudah segera mentransfernya tanpa sebelumnya memberitahu saya ataupun tetangga. Bila itu terjadi, hilanglah seluruh tabungan bertahun-tahun tersebut.

Klik ini dong:  Magneto dan Kaum Yang Dipaksa Radikal

Tapi dari peristiwa itu saya jadi belajar, betapa berbahayanya kepanikan itu, sebagaimana kata wiki di atas, “dapat menghilangkan kemampuan berpikir” sehingga orang yang panik bertindak seperti dikendalikan dalam pengaruh hipnotis, menuruti apa yang dikatakan oleh ‘penghipnotis’nya. Orang yang panik sejatinya sudah masuk dalam perangkap, berada di bawah kendali pihak yang dengan sengaja membuatnya panik.Ibu saya yang panik, akhirnya ‘menularkan’ kepanikannya kepada saya (yang alhamdulillah tidak mengalami kecelakaan di jalan), juga kepada para tetangga yang mendengar berita tersebut (yang alhamdulillah belum membantu dengan ikut mentransfer uang). Untunglah masih ada tetangga yang berpikir jernih dan berinisiatif untuk menghubungi kantor Bapak.

Panic Boom (ledakan kepanikan, istilah saya, hehe) ini sepengamatan saya memang sering dimanfaatkan oleh mereka yang ingin mengambil keuntungan dari kepanikan orang lain. Belakangan ini muncul modus penipuan lewat sms yang mengatakan bahwa Mama masuk penjara minta pulsa, atau lewat message FB yang mengatakan bahwa seorang sahabat sedang kritis minta dana, selain juga pelecehan (maaf) seksual lewat telepon maupun sms mesum pura-pura nyasar (pelecehan ini juga berlaku di dunia maya), atau bahkan perampokan kendaraan yang terjadi setelah pelaku memberitahukan bahwa roda kendaraan kita (yang sedang kita kendarai di jalan) kempes atau bocor.

Kepanikan Mengundang Kejahatan
dreamstime.com

Banyak yang mengacuhkan modus tersebut, namun banyak juga yang termakan dengan paniknya, sehingga akhirnya si pelaku bisa bebas mengarahkan korban sesuai dengan keinginannya, tanpa korban sadari tentunya. Dan semua baru akan disadari, saat tujuan dari pelaku tercapai, saat korban sudah kehilangan sesuatu. Jadi dalam kondisi apapun, selalulah berusaha berpikir tenang dan jernih walau memang sulit, tapi menurut saya, itulah salah satu kunci untuk menghindari menjadi korban kejahatan di negeri ini.

(tulisan ini telah dimuat juga di undergroundtauhid.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *