Panggilan untuk Orangtua

Di suatu siang yang sejuk. Terdengar jelas tik tik tik bunyi hujan di atas genting, airnya turun tidak terkira, cobalah tengok dahan dan ranting. Sudah ditengok?

“Masih hujan… Enaknya ngapain ya?” tanya lelaki retoris, tangannya tak henti memainkan keypad blackberry.

“Aa, ntar kalo anak kita lahir, kita mau dipanggil apa?” tanya perempuan setengah bergumam. “Eh? Dipanggil apa?” lelaki menghentikan main blackberrynya.

“Iya, panggilan untuk orangtua..”

“Oh… Apa ya? Aa gak mau abi-umi, kurang meng-indonesia, hehehe..”

“Terus apa dong? Ayah-bunda aja ya?”

“Nngg… Mami-papi aja!” seru lelaki sumringah. “Mami-papi? Nggak ah. Murid-muridku di sekolah banyak yang manggil orangtuanya mami-papi, nanti kesannya nyama-nyamain, gak kreatif ah…”

“Ngg… Maunya yang kreatif ya?” lelaki merenung berpikir.

Dan hujanpun turun dalam selokan. Tempatnya itik berenang-renang. Semakin lama semakin basah semua.

“Yaaaa! Ini aja panggilannyaaa!” senyum lelaki merekah lebar, lebar sekali hingga membuat perempuan ngeri, membayangkan usulan yang akan diajukan.

“Aku dipanggil ‘orangtua laki-laki’ dan kamu… … … …dipanggil ‘orangtua perempuan’!! Kreatif kaaaan?” perempuan melongo, batinnya bergumam: tuh kaaaann!

“Iiih! Apaan tuh? Nggak ah! Susah banget panggilannya, kasian anak kita ntar…” protes perempuan. “Kalo susah bisa disingkat koq, jadi ‘orla’ dan ‘orpe’ simpel dan kreatif kan? Lebih simpel karena sama panggilannya di or- tuh. Gak ada yang nyamain deh! Udah gitu, anak kita bisa sekalian latihan ngomong R kan? Coba kalo nama panggilan yang lain, gak ada huruf R-nya…”

“Gak gak gak! Panggilan bodoh! Aku gak mau! Pokoknya nanti kita dipanggil ayah-bunda aja!” perempuan ngotot.

“Orla-orpe!”

“Ayah-bunda!”

“Orla-orpe!”

“Ayah-bundaaaa!!”

Semakin lama pohon dan kebun basah semua. Tik tik tik.

Klik ini dong:  Menangkal Modus Penipuan Bisnis Online ala Omali
Orangtua dan Anak
hipwee.com

-diposting ulang dari carrotsoup.multiply.com, 2 Desember 2010-

0 thoughts on “Panggilan untuk Orangtua

  • September 15, 2014 at 22:44
    Permalink

    gak ngerti, kayaknya gue masih anak2 O.o

    premisnya apa premisnyaaa??? *sok :p

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *