Bahaya Permainan Pokemon Go yang Wajib Diketahui Kaum Perempuan

Fenomena Pokemon Go cukup menyita perhatian banyak orang. Saya yang pertama kali mengenalnya saat lebaran kemarin, menyaksikan sendiri bagaimana keponakan saya begitu bersemangat memainkan game anyar tersebut. Pagi-pagi setelah subuh langsung pergi, nyari pokemon katanya.

Mendaki gunung. Lewati lembah. Sungai mengalir indah ke samudra. Bersama teman bertualang. Kalau kamu merasa pernah tahu lirik tersebut, berarti kamu sudah tua. Jangan disangkal. Namun keponakan saya tidak sampai seperti itu, tidak lari ke hutan, apalagi ke pantai. Dia hanya berkeliling mencari masjid dan musholla. Mau sholat? Bukan, ya itu tadi, nyari pokemon yang katanya banyak nongkrong di kedua tempat itu.

Kemunculan sekumpulan pokemon di masjid dan musholla membuat banyak pihak menjadi resah dengan kehadiran monster-monster yang sepertinya pura-pura imut tersebut. Berbagai broadcast bermunculan, membahas betapa berbahayanya game Pokemon Go. Bahayanya mulai dari merusak akidah, mengakibatkan kecanduan, menyebabkan kecelakaan, menyebabkan pembunuhan, membantu intel negara asing, atau sekadar menghabiskan kuota internet.

Sebenarnya kemunculan para monster ini tidak cuma di masjid dan musholla aja sih. Karena game augmented reality berbasis google ini menempatkan banyak pokemon di tempat-tempat yang terdata oleh google. Masjid, musholla, kantor, taman, rumah makan, stasiun, bahkan bisa jadi, WC umum!

Tapi memang saya akui, game ini bisa menimbulkan banyak permasalahan. Masalah yang sebagian orang tidak terpikir sama sekali. Bahkan mungkin masalah yang cuma saya doang yang mikirin, saking keasikan ngelamun karena gak bisa maen Pokemon Go sebab memori hape yang cuma sedikit. Masalah yang menurut saya, bisa timbul di tempat-tempat sebagai berikut.

Di Toilet Perempuan

“Mas!!! Ngapain Mas di sini?!! Ini kan toilet perempuan!!”
“Eh, maaf mbak, ini tadi saya liat ada pokemon di dalem….di jamban yang itu tuh…”

Klik ini dong:  Magneto dan Kaum Yang Dipaksa Radikal

Di Café atau Rumah Makan

“Maaf Mas, Masnya ngapain ngarahin kamera ke wajah saya? Jangan sembarangan ambil foto ya!!”
“Eh? Ng….nggak koq mbak, ini….tadi ada pokemon di bahu mbak, jadinya saya arahin kameranya ke muka mbak. Enelan…”

Bahaya Pokemon Go Bagi Wanita

Di Rumah Mantan

“Heh!! Ngapain kamu ke sini?? Kan sudah kubilang kita putus!!”
“Yeeee, siapa yang nyariin situ, aku nyari pokemon sih…”

Di Pernikahan Orang Tak Dikenal

“Maaf, Mas ini kenalannya mempelai pria atau wanita ya?”
“Oooohh, ini nikahan ya? Maaf saya tadi ngeliat ada pokemon, jadi masuk-masuk aja. Maaf…” sambil tetep ngunyah sepiring sate setelah sebelumnya kenyang somay, bakso dan es krim.

Di Terminal atau Stasiun

“Mbak, main Pokemon Go juga ya?”
“Lho, kok Mas tau?”

“Iya, soalnya barusan pokemon yang di hati aku, ketangkap sama Mbak…”

See? Lihat kan masalahnya? Jadi wajar ya kalau ada yang menganggap game Pokemon Go membahayakan. Apalagi di hari pertama sekolah seperti hari ini, kalau ada bapak-bapak ikut nganter anaknya ke sekolah, tapi tampak maenin hape terus, waspadalah! Bisa jadi dia sedang berburu MBOKENOM GO!!!

Meme Pokemon Go
adaideaja.com

10 thoughts on “Bahaya Permainan Pokemon Go yang Wajib Diketahui Kaum Perempuan

    • July 21, 2016 at 13:12
      Permalink

      Jangan sampe deh, berbahaya 😀

      Reply
  • July 18, 2016 at 15:13
    Permalink

    Hehehehe.. dari cerita temen, katanya emang banyak pokemon yang nongkrong di masjid ya 😀

    Reply
    • July 21, 2016 at 13:12
      Permalink

      Iya, alhamdulillah berkah ramadhan kemaren

      Reply
    • July 21, 2016 at 13:12
      Permalink

      Aduh, jadi pengen ke mol

      Reply
    • July 21, 2016 at 13:13
      Permalink

      Namanya juga enomali mbak, sodaranya onanili, wkwkwkwk

      Reply
  • July 28, 2016 at 09:17
    Permalink

    Nggak mau mainin, takut kecanduan dan ngelakuin hal-hala konyol kayak di atas 😛

    Reply
    • August 2, 2016 at 10:36
      Permalink

      Hahahaha, mungkin yang kayak gitu gue doang kali wan. Maen ajalah!

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *